Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Panduan Teknis 3 Keselamatan Di Lokasi Pekerjaan Jalan

Panduan-Teknis-3-Keselamatan-Di-Lokasi-Pekerjaan-Jalan
Panduan Teknis 3 Keselamatan Di Lokasi Pekerjaan Jalan

 PANDUAN TEKNIS 3 KESELAMATAN DI LOKASI PEKERJAAN JALAN 
 Bahasa : Indonesia
 Halaman : 89 Halaman
 Format : Pdf
 Sumber : -
 Sifat : GRATIS
Download

ISI EBOOK


Daftar Isi
BAGIAN A - Mengenal Keselamatan Pekerjaan Jalan
1.1 Latar Belakang
1.2 Apa Arti Keselamatan Pekerjaan Jalan?   
1.3 Peran Ahli Teknik Dalam Keselamatan Pekerjaan Jalan    
1.4 Kategori Pekerjaan Jalan    
1.5 Lima Tahap Manajemen Lokasi Pekerjaan Jalan    
1.6 Perencanaan Lokasi Pekerjaan Jalan yang Berkeselamatan– langkah Demi langkah 
1.7  Mendesain Rencana Manajemen Lalu Lintas    
1.8 Mengimplementasikan RMLL   
1.9 Tahap Operasi dan Pemeliharaan    
1.10 Tahap Penutupan    
1.11 Faktor Manusia    

BAGIAN B - Konsep Zona
2.1 Konsep Zona    
2.2 Zona Peringatan Dini    
2.3 Zona Pemandu Transisi (Taper)    
2.4 Kerja (termasuk Area Penyangga Keselamatan)    
2.5 Zona Terminasi    

BAGIAN C - Perangkat Pengaturan Lalu Lintas untuk Lokasi Pekerjaann Jalan    
3.1 Rambu dan Perangkat Untuk Pekerjaan Jalan    
3.2 Desain dan Format Rambu    
3.3 Tiang Rambu    
3.4 Tampilan Dua Rambu    
3.5 Rambu Multipesan    
3.6 Pelaksanaan, Pemasangan dan Pencabutan 
3.7 Zona Kecepatan di Lokasi Pekerjaan Jalan 
3.8 Ketentuan Untuk Pesepeda dan Pejalan Kaki    
3.9 Pagar Keselamatan di Zona Kerja    
3.10 APILL Portabel dan Sementara    
3.11 Kendaraan dengan Bantalan Tabrakan    
3.12 Penggunaan Rambu Pesan Variabel Elektronik    
3.13 Pakaian Berwarna Terang    
3.14 Instruksi Untuk Pemandu    
3.15 Daftar Rambu dan Perangkat    

BAGIAN D - Studi Kasus Pekerjaan Jalan  
Pekerjaan Jangka Panjang pada Dua Jalan Antar Kota    
Pekerjaan Jangka Panjang pada Jalan Antar Kota Terbagi    
Pekerjaan Jangka Panjang Menutup Satu Lajur pada Jalan Bebas Hambatan    
Pekerjaan Jangka Panjang Menutup Satu Lajur pada Jalan Bebas Hambatan    
Pekerjaan Jangka Panjang Menutup Satu Lajur pada Jalan Bebas Hambatan    
Pekerjaan Jangka Panjang pada Jalan Arteri dalam Kota    
Pekerjaan Jangka Panjang di Sepanjang Bahu Jalan Bebas Hambatan    
Pekerjaan Jangka Pendek di Bahu Jalan Bebas Hambatan    
Pekerjaan Jangka Pendek pada Jalan Arteri dalam Kota    
Pekerjaan Jangka Panjang yang Memerlukan Pengalihan Lalu Lintas 

Apa itu keselamatan pekerjaan jalan?
Keselamatan pekerjaan jalan adalah ketentuan tentang rambu, pagar keselamatan, delineasi, dan perangkat keselamatan lainnya untuk memastikan risiko pengguna jalan dan pekerja pada lokasi pekerjaan jalan, sekecil dan sepraktis mungkin.

Tujuan manajemen lalu lintas dan perambuan yang efektif dan berkeselamatan pada pekerjaan jalan adalah :
-  memberikan lingkungan kerja yang berkeselamatan bagi pekerja di lapangan;
-  memperingatkan pengguna jalan dan pejalan kaki yang mendekati pekerjaan jalan;
-  memandu pengguna jalan untuk melintasi, melewati, atau mengelilingi lokasi pekerjaan dengan berkeselamatan;
-  meminimalkan ketidaknyamanan para pengguna jalan; dan
-  meminimalkan ketidaknyamanan bekerja di lokasi pekerjaan jalan.

Lima tahap manajemen lokasi pekerjaan jalan
a. Tahap perencanaan
b. Tahap desain
c. Tahap pelaksanaan
d. Tahap operasi dan pemeliharaan
e. Tahap penutupan

Kategori pekerjaan jalan
-  Pekerjaan jangka panjang (lebih dari satu hari).
-  Pekerjaan jangka pendek (tidak ada pekerjaan
'malam hari'). Ada pekerjaan jangka pendek yang stasioner (misalnya menambal lubang) dan berpindah (membuat marka).

Audit keselamatan jalan juga harus dilakukan pada setiap tahapan pekerjaan jalan, atau saat terjadi perubahan mayor dalam RMLL.

Butir yang dipertimbangkan dalam audit keselamatan jalan antara lain:
- Volume lalu lintas dan kecepatan pendekat — makin tinggi kecepatan dan makin tinggi volume akan meningkatkan risiko pada lokasi.
-  Geometri jalan — apakah akan mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko adanya
“kejutan”?
-  Penempatan rambu — apakah semua rambu ditempatkan sesuai dengan Konsep Zona?
-  Rambu dan marka yang
bertentangan—singkirkan semuanya.
-  Lintasan perjalanan — apakah jelas bagi semua pengemudi/pengendara di mana harus lewat?
-  Delineasi — apakah jelas dan terbuat dari material yang tidak berbahaya?
-  Lebar lajur?
-  Pagar keselamatan — apakah diperlukan? Jika ya, apakah jelas bagaimana pemasangannya?Apakah terminalnya berkeselamatan dan koneksi antara unit cukup aman?
-  Hazard sisi jalan — apakah sudah dipindahkan atau ditutup?
-  Keselamatan pekerja — apakah pekerja akan dilatih tentang keselamatan pada lokasi pekerjaan jalan dan apakah semua akan diwajibkan mengenakan rompi berwarna terang?
-  Apakah ada lintasan penyelamat bagi pekerja?
-  Apakah pejalan kaki yang melalui/mengitari lokasi telah dipertimbangkan?
-  Apakah jalan masuk dan keluar proyek berkeselamatan?

Semua rambu yang digunakan di lokasi pekerjaan jalan harus memenuhi persyaratan 6 kriteria:
-  Mencolok (Conspicuous) — mudah terlihat
-  Mudah dibaca (Clear) — jelas
-  Mudah dipahami (Comprehensible) — komprehensif
-  Tepercaya (Credible) — relevan dengan situasi
-  Konsisten (Consistent) — penggunaan sama untuk situasi yang sama
-  Benar (Correct) — tidak hanya mirip, tapi cocok dan benar

Konsep Zona
Zona Peringatan Dini
Zona Peringatan Dini adalah segmen jalan dimana pengguna jalan diinformasikan tentang akan adanya pekerjaan jalan dan apa yang harus dilakukan. Zona ini memperingatkan pengemudi/pengendara akan Zona Kerja.

Zona Pemandu Transisi (Taper)
Zona Pemandu Transisi (Taper) adalah zona pengemudi/pengendara diarahkan ke luar dari lintasan perjalanan normal. Zona ini digunakan untuk memandu pengemudi/pengendara masuk ke lintasan yang benar dan pada kecepatan yang tepat.

Zona Kerja
Zona Kerja mencakup Area Kerja dan Area Penyangga keselamatan. Zona kerja dibagi menjadi dua kategori :
Area Kerja — tempat pekerjaan dilaksanakan secara fisik dan dimana terdapat pekerja, peralatan, perlengkapan, dan material.

Area Penyangga Keselamatan — area keselamatan longitudinal sebelum area kerja untuk meningkatkan perlindungan dan keselamatan pekerja. Area bebas ini umumnya mempunyai panjang sedikitnya 20 meter, namun dapat diperpanjang jika area kerja tersembunyi dari pengguna jalan akibat ada tikungan atau jalan cembung. Area ini juga termasuk penyangga lateral yang sempit di samping area kerja untuk memberikan perlindungan tambahan bagi pekerja.

Zona Terminasi — zona dimana lalu lintas kembali normal setelah melalui lokasi pekerjaan. Zona ini digunakan untuk mengingatkan pengemudi/ pengendara akan akhir lokasi pekerjaan dan apa yang perlu dilakukan setelah keluar dari lokasi pekerjaan.

Tugas ahli teknik keselamatan jalan adalah:
-  Memperingatkan (rambu peringatan);
-  Menginformasikan (rambu petunjuk);
-  Membimbing (garis penanda, delineator);
-  Mengendalikan (kendali persimpangan, rambu perintah);
- Menjaga (area bebas, pagar keselamatan) pengemudi/pengendara sebagai bagian rutin dari manajemen keselamatan jalan.

Fungsi rambu dan perangkat yang digunakan dalam pengaturan lalu lintas di lokasi pekerjaan jalan secara spesifik adalah untuk:
-  Memberi peringatan, panduan, dan petunjuk kepada pengguna jalan tentang pekerjaan jalan yang akan mereka temui.

-  Memberiatahu keberadaan pekerja dan peralatan dekat atau di jalan yang akan mereka lewati.

-  Memastikan pengendalian kecepatan sesuai dengan keperluan keselamatan.

-  Memberi tahu pengguna jalan jalur yang benar.

-  Menutup akses ke zona pekerjaan bagi pengguna jalan sehingga menjamin keselamatan pekerja.

-  Memberi tahu pengguna jalan bahwa mereka telah mencapai akhir lokasi pekerjaan di jalan.

Post a Comment for "Panduan Teknis 3 Keselamatan Di Lokasi Pekerjaan Jalan"