Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gambar Standar Drainase Jalan (Webinar)


Gambar-Standar-Drainase-Jalan
Gambar Standar Drainase Jalan

Gambar Standar Drainase Jalan (Webinar)

 Kode : -
 Bahasa : Indonesia
 Halaman : 67 Halaman
 Format : Pdf
 Sumber : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan 
 Sifat : GRATIS
 Download 

CUPLIKAN ISI EBOOK


Gambar standar
Gambar standar drainase berisi gambar bangunan drainase seperti bak kontrol, saluran, bangunan outlet dan inlet gorong-gorong, drainase bawah permukaan (subdrain), saluran dengan pasangan batu, saluran tipe U-ditch, gorong gorong pipa beton dan kotak.

Adapun penggunaan Gambar standar untuk pekerjaan jalan dan jembatan ini digunakan untuk:
1. Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan.
2. Melengkapi spesifikasi umum Bina arga untuk pekerjaan jalan dan jembatan yang berlaku.
3. Sebagai dasar perhitungan AHSP pekerjaan jalan dan jembatan
4. Penerapan Gambar standar ini harus selalu mempertimbangkan kriteria desain dan spesifikasi teknik yang disyaratkan serta harus didukung dengan data aktual dan analisa perhitungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Prinsip umum perencanaan hidrolika untuk pekerjaan jalan
a. Kepentingan hidrolika untuk pekerjaan jalan:
Menentukan dimensi Saluran dan bangunan air
Masalahnya seberapa besar debit yang harus disalurkan dan berapa dimensi saluran.
Analisa hidrologi secara umum menetapkan besarna debit (Q).

b. Sistem drainase jalan
Drainase permukaan (surface drainage)
- kemringan melintang perkerasan dan bahu jalan
- saluran samping (side ditch):
menampung air dari permukaan perkerasan dan catchment area)
Pertimbangan bentuk: kondisi tanah dasar, kecepatan aliran, dalam atau dangkalnya kedudukan air tanah
- gorong – gorong (culvert):
mengalirkan melintas jalan, saluran samping di satu sisi jalan ke sisi jalan yang lain.
Material beton bertulang dan baja

Saluran penangkap (catch ditch)
Kadang air harus ditampung oleh saluran samping dari catchmen area di sebelah saluran terlalu besar, cth: di daerah perbukitan/pegunungan.
saluran samping yang tepat
menghindari erosi dan stabilisasi lereng, maka aliran air ditangkap/dicegat dulu oleh saluran penangkap/pencegat yang dibuat di sebelah saluran samping dibagian atas, kemudian dibuang ketempat lain..

Drainase bawah permukaan (sub surface drainage) Pengendalian air di bawah permukaan tanah (air tanah). Penyebab :
- Tingginya muka air tanah
- Adanya mata air atau rembesan air yang tersebul di bawah perkerasan
- Adanya air tanah yang merembesa
- Air dari pemukaan jalan masuk ke dalam badan jalan

BAK KONTROL 
Bak kontrol masuknya air (inlet) dan saluran untuk menampung disalurkan ke saluran tertutup dan merupakan ruang akses bagi jaringan pipa serta untuk pemeliharaan

Ukuran disesuaikan kondisi lapangan dan juga mudah, aman melakukan inpeksi dan pemeliharaan rutin (bak kontrol mudah dibuka dan ditutup) serta aman baik pejalan kaki (untuk saluran tertutup yang berada di bawah trotoar

Jika inlet jalan berbentuk manhole dan air pada saluran langsung jatuh ke bawah (drop inlet) maka kapasitas dan dimensi saluran sesuai dengan

Gorong gorong
Mengalirkan air melintasi jalan , dapat dari alur alam
Mengalirkan air dari saluran samping di satu sisi jalan ke sisi jalan yang lain.

Pertimbangan perencanaan
Fungsi fasilitas drainase sebagai penampung, pembagi dan pembuang air dapat sepenuhnya dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknis maupun ekonomisnya.

Pertimbangan:
- Luas daerah pengaliran (termasuk perubahan tataguna lahan)
- Intensitas hujan
- Kemiringan lahan dan besarnya aliran
- Karakteristik tanah , permeabilitas dan kecenderungan utk erosi.
- Kemudahan dalam pemeliharaan
- Perlu ditinjau sistem sistem drainase yang terkait.

Desain bentuk ataupun dimensi saluran inlet jalan tergantung kondisi lapangan (datar, turunan atau tanjakan). Berikut ditampilkan beberapa contoh untuk saluran inlet jalan pada jalan menurun/tanjakan.

SALURAN TALANG
Adanya kemiringan melintang dan memanjang jalan, maka aliran air permukaan di perkerasan jalan akan terkumpul di saluran talang/tali air yang berada di tepi perkerasan jalan berbatasan dengan bahu jalan atau trotoar.

Jalan perkotaan umumnya pertemuan tepi perkerasan dibatasi oleh kerb trotoar, seperti diilustrasikan pada Gambar berikut.

Kesinambungan antara perkerasan jalan, bahu jalan dan saluran samping, harus bertingkat, untuk aliran permukaan mengalir ke titik pengumpulan.

Pada saat curah hujan tinggi dan air dalam saluran tidak habis meresap di sepanjang saluran, maka perlu dibuatkan saluran bantu untuk menuju saluran alam atau sungai terdekat.

Pada jalan yang berubah dari menurun kemudian menanjak, saluran bantu dibuat pada tempat perubahan tersebut, Gambar

SALURAN DRAIN MEMANJANG
Saluran memanjang dipasang sepanjang lereng untuk membuang air dari saluran samping bahu jalan ke dalam saluran di kaki lereng, atau dari saluran puncak atau saluran banket ke dalam saluran samping jalan.

SALURAN  BANKET ATAU PENANGKAP 
Saluran ini bermanfaat untuk mencegah erosi lereng akibat air yang mengalir di permukaan lereng.

Bentuk dan kelengkapan saluran lereng
Saluran samping jalan yang dipasang sepanjang lereng yang berfungsi untuk membuang air dari bahu dan permukaan perkerasan jalan dan/atau dari saluran penangkap/puncak dan/atau banket.

Apabila pada lereng terjadi rembesan air dan/atau bocoran (oozing water) yang bisa merusak kestabilan lereng harus segera ditanggulangi, dapat digunakan pemasangan batu bronjong kawat pada kaki lereng maupun “suling-suling”.

a. Debit besar dan saluran drain panjang;
b. Ukuran saluran precast tergantung pada daerah pengaliran (catchment area) dan kondisi permukaan tanah, umumnya 30cm x 30 cm;
c. Bentuk “U” atau setengah lingkaran.

Post a Comment for "Gambar Standar Drainase Jalan (Webinar)"