Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PEMELIHARAAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)

PEMELIHARAAN-PERKERASAN-KAKU-(RIGID-PAVEMENT)
Pemeliharaan Perkerasan Kaku (Rigid Pavement)

PEMELIHARAAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)
 Kode : Pdt 10/T/BNKT/1991
 Bahasa : Indonesia
 Halaman : 48 Halaman
 Format : Pdf
 Sumber : Bina Marga
 Sifat : GRATIS
Download

CUPLIKAN ISI PERATURAN

UMUM
Tanpa pemeliharaan dan perbaikan jalan secara memadai, baik rutin maupun berkala, akan dapat mengakibatkan kerusakan yang besar pada jalan, sehingga jalan akan lebih cepat kehilangan fungsinya.

Jalan beton semen atau perkerasan kaku terdiri dari slab dan lapis pondasi beton. Apabila perkerasan kaku dipelihara dengan baik dan tetap dalam kondisi yang baik, maka jalan beton semen tersebut akan mempunyai umur lebih lama dari pada jalan aspal. Tetapi sekali jalan beton ini mulai rusak, maka kerusakan itu berlangsung sangat cepat. 

Oleh karena itu sangat penting untuk melakukan pemeliharaan yang bersifat pencegahan seperti menutup sambungan atau retakretak dan memperbaiki kerusakan-kerusakan, yang timbul, dan menemukan penyebab-penyebabnya dengan melakukan pemeriksaan (inspeksi) secara rutin.

PEMERIKSAAN RUTIN
Tiga hal yang menjadi tujuan pemeriksaan rutin dalam pemeli-haraan jalan, adalah : 
1) Menghilangkan penyebab kerusakan perkerasan jalan dan membuat langkah- langkah pencegahan.
2) Menemukan lokasi kerusakan jalan pada tahap sedini mungkin, untuk dilakukan penanganan sementara dan merencanakan perbaikan secepat mungkin.
3) Mempertimbangkan pengaruh pelaksanaan perbaikan terhadap lalu-lintas dan lingkungan di sepanjang jalan.

KERUSAKAN PERKERASAN KAKU DAN PENYEBABNYA
Dalam melakukan pemeliharaan dan perbaikan perkerasan kaku.sangat penting diketahui penyebab kerusakannya. Jalan beton dapat mengalami kerusakan pada slab, lapis pondasi dan tanah dasarnya. Klasifikasi dan sebab-sebab kerusakan diperlihatkan dalam 

Kerusakan Disebabkan Oleh Karakteristik Permukaan
1) Retak setempat yaitu retak yang tidak mencapai bagian bawah dari slab.

2) Patahan (faulting) adalah kerusakan yang disebabkan oleh tidak teraturnya susunan di sekitar atau di sepanjang lapisan bawah tanah dan patahan pada sambungan slab, atau retak-retak.

3) Deformasi yaitu ketidakrataan pada arah memanjang jalan.

4) Abrasi adalah kerusakan permukaan perkerasan beton yang dapat dibagi menjadi :
a) Pelepasan Butir, yaitu keadaan dimana agregat lapis permukaan jalan terlepas dari campuran beton sehingga permukaan jalan menjadi kasar.
b) Pelicinan (polishing), yaitu keadaan dimana campuran beton dan agregat pada permukaan menjadi amat licin disebabkan oleh gesekan-gesekan.
c) Aus, yaitu terkikisnya permukaan jalan disebabkan oleh gesekan roda kendaraan.

Kerusakan Struktur
(1) Retak-retak yaitu retak-retak yang mencapai dasar slab.
(2) Melengkung (buckling) yang terbagi menjadi
a) Jembul (Blow up) yaitu keadaan dimana slab menjadi tertekuk dan melengkung disebabkan tegangan dari dalam beton.
b) Hancur yaitu keadaan dimana slab beton mengalami kehancuran akibat dari tegangan tekan dalam beton. Pada umumnya kehancuran ini cenderung terjadi di sekitar sambungan.

PEMERIKSAAN TERHADAP PERMUKAAN JALAN
Untuk mengetahui dengan saksama tentang keadaan permukaan jalan, perlu ditentukan terlebih dahulu sasaran-sasaran yang akan diteliti, kondisi permukaan pada saat penelitian dan membuat laporan mengenai tujuan penelitian. 

Pemeriksaan dapat dilakukan secara efektif apabila sasaran penelitian sudah ditetapkan sesuai dengan klasifikasi jalan. Sasaran pemeriksaan ditentukan dengan pertimbangan organisasi Cabang Dinas PU yang menangani, keadaan daerah dan kondisi lalulintas.

Post a Comment for "PEMELIHARAAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)"