Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

INSTALASI POMPA UNTUK PROTEKSI KEBAKARAN

Instalasi-Pompa-Untuk-Proteksi-Kebakaran

 INSTALASI POMPA UNTUK PROTEKSI KEBAKARAN 

 Kode : SNI 03-6570-2001 
 Bahasa : Indonesia
 Halaman : 142 Halaman
 Format : Pdf
 Sumber : Badan Standardisasi Nasional
 Sifat : GRATIS
 Download 

CUPLIKAN ISI EBOOK

Ruang Lingkup
Standar ini berhubungan dengan pemilihan dan instalasi pompa yang memasok air untuk proteksi kebakaran pada bangunan gedung.
 
Hal-hal yang dipertimbangkan, termasuk: 
a) pasokan air.
b) hisapan, pelepasan, dan peralatan pelengkap.
c) pasokan daya.
d) penggerak elektrik dan kontrol.
e) motor bakar penggerak dan kontrol.
f) turbin uap penggerak dan kontrol.
g) uji serah terima dan pengoperasian.

Standar ini tidak mencakup kapasitas sistem pasokan air dan persyaratan tekanan (lihat A.2.1.1), maupun persyaratan yang mencakup pemeriksaan berkala, pengujian dan pemeliharaan sistem pompa kebakaran. Standar ini juga tidak mencakup persyaratan untuk instalasi pengkabelan unit pompa kebakaran.

Tujuan
Tujuan standar ini untuk menyediakan secara wajar proteksi terhadap jiwa dan harta milik dari kebakaran melalui persyaratan instalasi pompa yang dipasang tetap untuk proteksi kebakaran, didasarkan pada prinsip keteknikan, data uji, dan pengalaman lokasi. Standar ini termasuk pompa satu tingkat dan bertingkat banyak dengan poros yang dirancang horisontal atau vertikal.

Persyaratan ditentukan untuk perancangan dan pemasangan pompa, penggerak pompa dan peralatan yang berhubungan dengannya.

Standar ini mengusahakan agar catatan-catatan dari instalasi pompa yang dipasang tetap dan memenuhi tuntutan perkembangan teknologi terus dipakai. 
Standar ini tidak dimaksudkan untuk menghambat teknologi baru atau penggantian susunannya, asalkan ketentuan tersebut tidak lebih rendah dari standar ini.  

Instalasi yang sudah ada
Apabila instalasi pompa yang sudah ada memenuhi standar pada saat pemasangan, pompa boleh tetap digunakan, di mana pompa ini tidak menimbulkan perbedaan di dalam memproteksi jiwa atau harta milik yang bersebelahan. 

Pompa lainnya
Pompa yang lain dari spesifikasi dalam standar ini dan mempunyai fasilitas rancangan yang berbeda boleh dipasang apabila pompa tersebut telah teruji oleh laboratorium uji. Pompa tersebut dibatasi sampai kapasitas kurang dari 1.892 liter/menit (500 gpm). 

Syarat persetujuan
Persetujuan diberikan apabila pompa tetap dipilih berdasarkan pada kondisi dimana pompa ini dipasang dan digunakan. Pabrik pembuat pompa atau perwakilan yang ditunjuk harus memberikan informasi yang lengkap berkaitan dengan karakteristik air dan pasokan daya listrik. 

Suatu perencanaan lengkap dan data detail  yang menggambarkan pompa, penggerak, alat kontrol, pasokan daya, sambungan hisap dan pelepasan, dan kondisi pasokan air harus disiapkan untuk persetujuan.  
Setiap pompa, penggerak, alat kontrol peralatan, pasokan daya dan susunannya, dan pasokan air harus disetujui oleh instansi berwenang untuk kondisi lokasi spesifik yang dijumpai. 

Pengoperasian pompa
Dalam kejadian pompa kebakaran beroperasi, petugas yang terlatih harus tanggap  terhadap lokasi pompa kebakaran untuk memastikan bahwa pompa kebakaran beroperasi dengan memuaskan. 

Kinerja unit
Unit yang terdiri dari pompa, penggerak, dan alat kontrol harus sepenuhnya memenuhi standar pemasangan atau bila komponennya diganti. Untuk memenuhi kinerja sesuai ketentuan standar ini maka unit lengkap harus diuji sebelum diadakan serah terima lokasi.  

Istilah dan Definisi
aditif adalah Suatu cairan seperti konsentrat busa, pengemulsi, cairan supresi uap berbahaya dan bahan berbusa ditujukan untuk disuntikkan ke dalam aliran air pada atau di atas tekanan air. 

air tanah adalah Air yang tersedia pada sumur, yang berasal dari permukaan lapisan penyangga air (aquifer) 

alat kontrol pompa kebakaran adalah kelompok peralatan yang berfungsi sebagai pengatur, pada umumnya diset (disetel) sebelumnya, yang menjalankan dan menghentikan penggerak pompa kebakaran serta memantau sinyal status dan kondisi unit pompa kebakaran.  

aquafer adalah formasi di bawah tanah yang mengandung bahan stabil yang dapat ditembus air untuk menghasilkan sejumlah air yang cukup.

bahan tahan korosi adalah bahan seperti brass, tembaga, monel, baja tahan karat, atau bahan-bahan setara yang tahan korosi.

daya angkat hisap total adalah daya angkat hisap ada bila head hisap total di bawah tekanan atmosfer. Daya angkat hisap total seperti ditentukan pada pengujian, adalah bacaan pada manometer cairan pada nozel hisap dari pompa, dirubah ke meter ( ft ) cairan, ditunjukkan ke titik duga, dikurangi head kecepatan pada titik dimana pengukur dipasang. 

motor bakar adalah setiap motor yang media kerjanya terdiri dari hasil pembakaran udara dan bahan bakar yang dipasok.  
Pembakaran biasanya terjadi di dalam silinder yang bekerja, tetapi dapat pula terjadi di dalam kamar (chamber). 

motor diesel adalah motor bakar dimana bahan bakar dinyalakan seluruhnya oleh hasil panas dari kompresi udara yang dipasok untuk pembakaran. Motor diesel minyak, bekerja dengan menginjeksikan bahan bakar minyak setelah kompresi praktis lengkap, jenis ini biasanya digunakan sebagai penggerak pompa kebakaran.

motor listrik adalah motor listrik diklasifikasikan sesuai untuk proteksi mekanik dan metoda pendinginannya.

permukaan air statik adalah permukaan, dengan merujuk ke pompa, terhadap badan air dimana hisapan akan terjadi, dalam keadaan pompa tidak beroperasi. 
Untuk pompa turbin dengan poros vertikal, jarak ke permukaan air di ukur tegak lurus dari garis pusat horisontal dari tekanan pelepasan atau tee. 

pompa putaran baling-baling (vane) adalah karakteristik pompa langkah positip yang menggunakan rotor tunggal dengan baling-baling yang bergerak dengan putaran pompa untuk menciptakan rongga dan memindahkan cairan.

pompa putaran keping (rotary lobe) adalah karakteristik pompa langkah positip yang menggunakan keping rotor untuk membawa cairan antara rongga keping dan rumah pompa dari inlet ke outlet. 

pompa roda gigi adalah karakteristik pompa langkah positip yang menggunakan roda gigi dan rumahnya untuk memindahkan cairan.

Pasokan air
Kecukupan dan ketergantungan dari sumber air sangat penting dan harus ditentukan sepenuhnya dengan kelonggaran yang tepat untuk keandalannya di waktu mendatang (lihat butir A.2.1.1). 

Sumber
Setiap air yang cukup dalam kualitas, kuantitas dan tekanan dapat digunakan untuk menyediakan pasokan air untuk suatu pompa kebakaran. 

Apabila pasokan air dari PDAM tidak cukup kualitas, kuantitas dan tekanannya, sumber air alternatif perlu disediakan. Kecukupan pasokan air harus ditentukan dan dikaji spesifikasi dan instalasi dari pompa kebakarannya. 

Permukaan
Permukaan air minimum dari sumur atau lubang basah harus ditentukan oleh pemompaan pada tidak kurang 150 persen dari kapasitas nominal pompa kebakaran.  

Pompa dan Penggeraknya
Pompa kebakaran harus diuji untuk pelayanan proteksi kebakaran. Penggerak yang dapat diterima untuk pompa pada suatu instalasi tunggal adalah motor listrik, motor diesel, turbin uap, atau kombinasinya. 

Kecuali instalasi yang dibuat sebelum standar ini, unit pompa penggerak ganda tidak boleh digunakan. Tekanan pompa saat katup tertutup ditambah tekanan isap statik maksimum, yang disetel untuk ketinggian, tidak boleh melebihi nominal dari komponen sistem.

Kapasitas Nominal Pompa
Pompa kebakaran harus mempunyai kapasitas nominal dalam liter per menit (gpm) berikut dan harus pada tekanan nominal neto 2,7 bar (40 psi) atau lebih (lihat tabel 2.3).  Pompa untuk nominal di atas 18.925 liter per menit (5000 gpm) terutama untuk dikaji tersendiri oleh instansi berwenang atau laboratorium yang terdaftar. 

Alat Pengukur Tekanan
Alat pengukur tekanan mempunyai penunjuk tidak kurang dari 89 mm (3½ inci) diameternya, harus dihubungkan dekat dengan tuangan pelepasan dengan katup alat pengukur 6,25 mm (¼ inci).
 
Penunjuk harus menunjukkan tekanan sekurang-kurangnya dua kali tekanan kerja pompa, tetapi tidak kurang dari 13,8 bar (200 psi). Muka dari penunjuk harus terbaca dalam bar, lb per inci2, atau keduanya dengan graduasi standar pabrik. 

Gambungan pengukur tekanan dan vacuum mempunyai penunjuk tidak kurang dari 89 mm (3½ inci) diameternya, harus disambung ke pipa hisap yang dekat dengan pompa dengan katup alat pengukur 6,25 mm (¼ inci).

Katup Relief Sirkulasi
Setiap pompa harus mempunyai katup relief otomatik teruji untuk melayani pompa kebakaran yang dipasang dan di set di bawah tekanan menutup pada tekanan hisap minimum yang diharapkan. 

Katup harus dipasang pada sisi pelepasan dari pompa sebelum katup searah pelepasan. Katup ini harus menyediakan aliran air yang cukup untuk mencegah pompa dari panas lebih apabila beroperasi dengan tanpa pelepasan. Ketentuan harus dibuat untuk pelepasan ke saluran pembuangan. 

Katup relief sirkulasi harus tidak dikencangkan dengan kotak pembungkus atau pinggiran tetesan pengering. Ukuran minimum dari katup relief otomatik harus 19 mm (¾ inci) untuk pompa dengan kapasitas nominal tidak lebih dari 9.462 liter/menit (2500 gpm), dan 25,4 mm (1 inch) untuk pompa dengan kapasitas nominal antara 11.355 sampai 18.925 Liter/menit (3.000 sampai 5.000 gpm).

Proteksi Peralatan
Pompa kebakaran, penggerak, dan alat kontrolnya, harus diproteksi terhadap kemungkinan gangguan pelayanan terhadap kerusakan yang disebabkan ledakan, kebakaran, banjir, gempa bumi, serangga, angin ribut, kekerasan, dan kondisi lain yang merugikan. 

Unit pompa pemadam kebakaran di dalam bangunan harus dipisahkan dari semua daerah bangunan dengan konstruksi yang mempunyai Tingkat Ketahanan Api (TKA) 2 jam.

Unit pompa kebakaran yang ditempatkan di luar bangunan dan instalasi pompa kebakaran dalam bangunan lain yang diproteksi oleh pompa kebakaran harus ditempatkan minimal 15,3 m (50 ft) dari bangunan yang diproteksi. Pemasangan di luar bangunan juga harus dipersyaratkan untuk disediakan proteksi terhadap kemungkinan gangguan sesuai butir 2.7.1.

Post a Comment for "INSTALASI POMPA UNTUK PROTEKSI KEBAKARAN"