Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perhitungan Struktur Jembatan

 

Perhitungan struktur jembatan
Perhitungan struktur jembatan

Pengertian Struktur Jembatan

Struktur Jembatan adalah rangkaian unsur-unsur yang saling terkait dalam suatu objek material atau sistem dalam jembatan.

Perhitungan struktur jembatan adalah suatu metode atau cara untuk menganalisa kekuatan dari rangkaian unsur-unsur elemen jembatan tersebut.

Menurut tipe/ jenis jembatannya, Perhitungan struktur jembatan dibagi menjadi 5, antara lain:

1.

Perhitungan struktur jembatan beton/ balok T

2

Perhitungan struktur jembatan girder PCI

3

Perhitungan struktur jembatan rangka baja

4

Perhitungan struktur jembatan gantung

5

Perhitungan struktur jembatan komposit

Spesifikasi Pembebanan

Menurut spesifikasi Bina Marga – Bridge Management System 1992, beban dan gaya yang digunakan dalam perhitungan tegangan-tegangan dalam konstruksi adalah beban primer, beban sekunder dan beban khusus.

Pada pasal ini membahas detail pembebanan dan aksi umum yang mempengaruhi jembatan. Pembebanan dan aksi ini selain digunakan dalam perencanaan jembatan jalan raya juga termasuk jembatan pejalan kaki dan bangunan-bangunan sekunder yang terkait dengan jembatan tersebut.

Aksi-aksi tersebut terbagi menjadi 4 bagian, menurut lamanya aksi tersebut bekerja, yaitu :

1.

Aksi Tetap

 

Aksi yang bekerja sepanjang waktu dan bersumber pada sifat bahan jembatan, cara jembatan dibangun dan bangunan lain yang mungkin menempel pada jembatan. Yang termasuk aksi ini adalah :

 

a.

Beban sendiri

 

b.

Beban mati

 

c.

Pengaruh prategang

 

d.

Pengaruh susut dan rangkak

 

e.

Tekanan tanah

 

 

 

2.

Aksi Transient

 

Aksi ini bekerja dengan waktu yang pendek, walaupun mungkin terjadi lebih sering, aksi ini antara lain :

 

a.

Beban Lajur D

 

b.

Beban Truk T

 

c.

Gaya Rem

 

d.

Gaya Sentrifugal

 

e.

Beban Tumbukan

 

 

 

3.

Aksi Lingkungan

 

a.

Beban Angin

 

b.

Pengaruh Gempa

 

c.

Pengaruh Temperatur

 

d.

Tekanan Hidrostatis dan Gaya Apung

 

e.

Aliran Air, Benda Hanyutan

 

f.

Penurunan



 

4

Aksi-aksi lainnya

 

a.

Gesekan pada Perletakan

 

b.

Pengaruh Getaran

 

c.

Beban pelaksanaan

Klasifikasi aksi ini digunakan apabila aksi-aksi rencana digabung satu sama lainnya mendapatkan kombinasi pembebanan yang akan digunakan dalam perencanaan jembatan. Kombinasi beban rencana dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok yaitu (BMS 2 – 1) :

-

Kombinasi dalam batas daya layan (service ability)

-

Kombinasi dalam batas ultimate

-

Kombinasi dalam perencanaan berdasarkan tegangan kerja

Aksi Nominal merupakan aksi yang terdefinisi dalam tata cara Pembebanan jembatan di peraturan Perencanaan Teknik Jembatan serta data statistik dengan periode ulang 50 tahun.

Aksi rencana adalah aksi nominal yang telah bertambah atau berkurang oleh faktor beban. Faktor beban adalah pengali numerik yang diambil untuk :

-

Adanya perbedaan yang tidak diinginkan pada beban.

-

Ketidak tetapan dalam memperkirakan pengaruh pembebanan.

-

Adanya perbedaan ketepatan dimensi yang dicapai dalam pelaksanaan.

 

Tabel Faktor Beban

No

Aksi

Lama Waktu

Faktor Beban

Daya Layan

Ultimate

Nama

Simbol

Normal

Terku-rangi

1.

Berat Sendiri

PMS

Tetap

 

 

 

 

- Beton Pracetak

 

 

1,0

1,20

0,85

 

- Beton dicor ditempat

 

 

1,0

1,30

0,75

2.

Beban Mati Tambahan

PMA

Tetap

 

 

 

 

- Kasus Umum

 

 

1,0

2,00

0,70

 

- Kasus khusus

 

 

1,3

1,40

0,80

3.

Penyusutan dan Rangkak

PSR

Tetap

1,0

1,00

Tdd

4.

Prategang

PPR

Tetap

1,0

1,00

Tdd

5.

Tekanan Tanah

PTA

Tetap

 

 

 

 

- Tekanan Tanah Vertikal

 

 

1,0

1,25

0,80

 

- Tekanan Tanah Lateral

 

 

 

 

 

 

- Aktif

 

 

1,0

1,25

0,80

 

- Pasif

 

 

1,0

1,40

0,70

 

- Diam

 

 

1,0

1,25

0,80

6.

Beban Pelaksanaan Tetap

PPL

Tetap

1,0

1,25

0,80

7.

Beban Lajur  “D”

TTD

Transient

1,0

1,8

Tdd

8.

Beban Truk  “T”

TTT

Transient

1,0

1,8

Tdd

9.

Gaya Rem

TTB

Transient

1,0

1,8

Tdd

10.

Gaya Sentrifugal

TTR

Transient

1,0

1,8

Tdd

11.

Beban Trotoar

TTP

Transient

1,0

1,8

Tdd

12.

Beban Tumbukan pd penyangga

TTC

Transient

1,0

1,0

Tdd

13.

Penurunan

PES

Transient

1,0

Tdd

Tdd

14.

Temperatur

PET

Transient

1,0

1,2

0,80

15.

Aliran sungai, hanyutan & batang kayu

PEF

Transient

 

 

 

 

- Jembatan besar & Penting

 

Transient

1,0

2,00

Tdd

 

- Jembatan Tetap

 

Transient

1,0

1,50

Tdd

 

- Gorong-gorong

 

Transient

1,0

1,00

Tdd

 

- Jembatan sementara

 

Transient

1,0

1,50

Tdd

16.

Tekanan Hidrostatik dan gaya apung

PEU

Transient

1,0

1,00

1,00

17.

Beban Angin

PEW

Transient

1,0

1,20

Tdd

18.

Pengaruh Gempa

PEQ

Transient

Tdd

1,00

Tdd

19.

Gesekan Perletakan

TBF

Transient

1,0

1,30

0,80

20.

Getaran

TVI

Transient

1,0

Tdd

Tdd

21.

Pelaksanaan

TCL

Transient

1,0

 

 

Catatan :

(1)   Simbol yang terlihat hanya untuk beban nominal, simbol untuk beban rencana menggunakan tanda bintang untuk :

PMS   : berat sendiri nominal

P*MS : berat sendiri rencana

(2)   Untuk penjelasan lihat pasal yang sesuai.

(3)   Ttd  : menandakan tidak dapat dipakai. Dalam hal ini dimana pengaruh beban transient adalah meningkatkan keamanan, faktor beban yang cocok adalah nol.

 

Kombinasi Beban Jembatan

a. Kombinasi pada keadaan batas daya layan

Kombinasi pada keadaan batas daya layan primer terdiri dari jumlah pengaruh aksi tetap dengan satu aksi transient. Pada keadaan batas daya layan, lebih dari satu aksi transient bisa terjadi secara bersamaan. Faktor beban yang sudah dikurangi diterapkan dalam hal ini untuk mengurangi kemungkinan dari peristiwa ini, seperti terlihat pada Tabel

 Tabel Kombinasi Beban Pada Batas Daya Layan

Kombinasi

Beban

Kombinasi Primer

Aksi Tetap + satu aksi transient (cat 1, cat 2)

Kombinasi Sekunder

Kombinasi Primer    + 0,7 x (satu aksi transient lainnya)

Kombinasi Tersier

Kombinasi Primer     + 0,5 x (dua atau lebih aksi transient)

Catatan (1)

Beban lajur “D” yaitu TTD atau beban truk “T” yaitu TTT diperlukan untuk membangkitkan gaya rem TTB dan gaya sentrifugal TTR pada jembatan. Tidak ada faktor pengurangan yang harus digunakan apabila TTB atau TTR terjadi dalam kombinasi dengan TTD atau TTT sebagai kombinasi primer.

Catatan (2)

Gesekan pada perletakan TBF bisa terjadi bersamaan dengan pengaruh temperatur TET dan harus dianggap sebagai satu aksi untuk kombinasi beban.

b. Kombinasi pada keadaan batas ultimate

Kombinasi pada keadaan batas ultimate terdiri dari jumlah pengaruh aksi tetap dengan satu pengaruh transient. Gaya rem TTB atau gaya sentrifugal TTR bisa digabungkan dengan pembebanan lajur ”D” yaitu TTD atau pembebanan truk ”T” yaitu TTT, dan kombinasinya bisa dianggap sebagai satu aksi untuk kombinasi beban. Gesekan pada perletakan TBF dan pengaruh temperatur TET bisa juga digabungkan dengan cara yang sama. Sebagai ringkasan kombinasi yang lazim diberikan pada Tabel sebagai berikut :

Kombinasi  Beban Umum Untuk Kondisi  Batas Daya Layan Dan Ultimate

Aksi

Kombinasi Beban

Catatan

Daya Layan (1)

Ultimate (2)

Nama

Simbol

1

2

3

4

5

6

1

2

3

4

5

6

Aksi Tetap / Aksi Permanen :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

- Berat Sendiri

PMS

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

 

- Beban Mati Tambahan

PMA

 

- Penyusutan dan Rangkak

PSR

 

- Prategang

PPR

 

- Tekanan Tanah

PTA

 

- Beban Pelaksanaan Tetap

 

 

Aksi Transien :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Beban Lajur “D” atau

Beban Truk “T”

TTD  TTT

x

o

o

o

o

 

x

o

o

o

o

 

 

Gaya Rem atau

Gaya Sentrifugal

TTB TTR

X

o

o

o

o

 

x

o

 

o

 

 

 

Beban Pejalan Kaki

TTP

 

x

 

 

 

 

 

x

 

 

 

 

 

Gesekan Perletakan

TBF

o

o

x

o

o

o

o

o

 

 

 

 

 

Pengaruh Temperatur

TET

o

o

x

o

o

o

o

o

o

o

 

o

 

Aliran/Hanyutan/Tumbukan dan Hidrostatis /Apung

TEF  TEU

o

 

o

x

o

o

o

 

x

o

 

o

 

Beban Angin

PEW

 

 

o

o

x

o

o

 

o

x

 

o

 

Aksi Khusus :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengaruh Gempa

PEQ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

x

 

 

Tumbukan

PBF

x

x

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengaruh Getaran

TVI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelaksanaan

TCL

 

 

 

 

 

x

 

 

 

 

 

x

 

Catatan :

(1)     Dalam keadaan batas daya layan pada bagian tabel ini, aksi dengan tanda

x  adalah memasukkan faktor beban daya layan penuh

o  adalah memasukkan faktor beban daya layan yang sudah diturunkan harganya

(Lihat Pasal 3.2.1)

(2)     Dalam keadaan batas ultimate pada bagian tabel ini, aksi dengan tanda

x  adalah memasukkan faktor beban ultimate penuh

o  adalah memasukkan faktor beban ultimate yang sudah diturunkan besarnya sama dengan daya layan

(3)     Beberapa aksi tetap bisa berubah menurut waktu secara perlahan-lahan. Kombinasi beban untuk aksi demikian harus dihitung dengan melihat harga rencana maksimum dan minimum untuk menentukan keadaan yang paling bahaya.

Berat Sendiri Jembatan
Berat Sendiri adalah berat bahan dan bagian jembatan yang merupakan elemen struktural, ditambah dengan elemen non struktural yang dianggap tetap. Berat Nominal dan nilai berfaktor dan berbagai bahan dapat diambil dari Tabel

Tabel Berat sendiri

Bahan

Berat isi      (kN/m3)

Kerapatan massa

(kg/m3)

Lapisan permukaan beraspal

22,00

2.240

Timbunan tanah dipadatkan

17,20

1.760

Kerikil dipadatkan

22,70

2.320

Aspal beton

22,00

2.240

Beton

25,00

2.560

Beton bertulang

25,50

2.600

Beton prategang

26,00

2.640

Batu pasangan

23,50

2.400

Sumber   : Bina Marga, BMS 1992, Peraturan Perencanaan  Teknik Jembatan, Bagian 2 Beban Jembatan.

 

Download Perhitungan Struktur Jembatan

Baiklah sobat, untuk mendownload filenya, silahkan sobat tekan tulisan download yang berada dibawah ini secara Gratis alias cuma – cuma loh...

 

DOWNLOAD

 

 Password rar : www.konsultan-teknik.biz.id

Catatan penting: Ketika menemukan file winrar tidak bisa di extract atau corrupt, maka solusinya adalah dengan mengupdate aplikasi winrar di komputer anda ke versi yang baru, download winrar terbaru disini.

Apabila sobat teknik sipil ingin mengikuti atau berlangganan artikel dari kami silahkan mengunjungi di :

 Group Instagram Youtube

Jika ingin mencopy artikel ini, mohon cantumkan juga sumbernya karena saya melihat ada blog yang copas tidak menyertakan sumbernya. Atau jika tidak, tulislah dengan bahasa masing-masing. Hargailah setiap karya dan usaha orang lain.

Sekian postingan singkat kali ini mengenai membuat Perhitungan Struktur Jembatan. Jangan lupa untuk selalu berbagi satu kebaikan dengan cara share atau bagikan artikel ini ke teman-teman di sosial media, terimakasih semoga bermanfaat....

1 comment for "Perhitungan Struktur Jembatan"